Assalamualaikum
Salam Rindu ..
Hadirku mungkin tak seperti mentari,
Tidak seperti janji merpati, seperti asa bintang,
Sedikit harap dariku,
Semoga kamu menyempatkan diri melihat tulisan rapuh ini. .
Ketika kamu membaca blog ini, mungkin aku sudah menjadi seorang lelaki yang teramat hina dimata kamu, atau kamu telah menjadi seorang wanita yang teramat dipuja dan dikagumi oleh beberapa lelaki, apa aku juga termasuk?? Itu pasti :-) !!
Mungkin kamu tidak ingat ketika aku ceritakan pendapat aku--perumpamaan konyol-- tentang wanita, banyak dari sekian orang membantah bahkan ada yang tidak setuju aku katakan begitu, sama seperti kamu yang mencoba memberikan sedikit pendapat mengenai "buku" yang aku maksud, dengan nada Fa kamu berbicara lepas. Memang malam itu aku tidak membantah, karena aku yakin kelak kamu pasti akan terombang ambing dalam ombak kehidupan, dan ketika kamu merasakan betapa gulungan ombak itu membuatmu lemah, percayalah bahwa aku ada untukmu.. Seperti hari ini, bermain dengan sepi sambil menunggu kehadiranmu..
Dalam hitungan bulan, aku sudah harus berpisah dengan kamu, karena dari itu aku mohon izin darimu, biarkan aku berdiam diri agar aku tidak terlalu menggilaimu, aku harap, kamu mampu memaafkan keegoisanku yang mencoba menyelamatkan diri dengan berupaya enggan atau bahkan membiarkan diri terlihat bodoh dengan tidak menyapa kamu.. Biarkan saja, karena itulah sepucuk surat ini aku buat untuk menjadi sedikit penjelasan tentang aku jika kamu bertanya "abang dimana??" aku memang pengecut !!
Semuanya berawal dari "Apa salah aku??" lalu "Ada apa diantara kalian?" aku rasa, bukan suatu cinta yang luar biasa seandainya seseorang seperti dia mampu mengusik pendekatan aku selama ini. Jikapun kelak kamu memang bukan untukku, aku rasa Tuhan mempertemukan kita agar aku belajar bahwa cinta tidak mengenal jarak.. Iya... seperti cinta Nabi Adam dan Hawa.
Semuanya berawal dari "Apa salah aku??" lalu "Ada apa diantara kalian?" aku rasa, bukan suatu cinta yang luar biasa seandainya seseorang seperti dia mampu mengusik pendekatan aku selama ini. Jikapun kelak kamu memang bukan untukku, aku rasa Tuhan mempertemukan kita agar aku belajar bahwa cinta tidak mengenal jarak.. Iya... seperti cinta Nabi Adam dan Hawa.
Sudahlah, aku tidak ingin bercerita banyak--hampir mendung--. Semoga dalam keterdiamanku, kamu mampu menjaga diri sebaik mungkin, sebaik-baiknya wanita soleha...
Dan jika aku pergi untuk selamanya, aku senang bisa mengenal kamu :-) .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar